Pose Foto dengan Gaya Alami
Category: Humor Umum
Di suatu acara kelulusan SD seorang ibu sedang mencoba memotret anaknya yang baru lulus SD. Sang ibu menyuruh sang Ayah untuk ikut berpose bersama dengan si anak, dan memberi beberapa instruksi."Ayo ... bergayalah dengan gaya yang alami, jangan terkesan dibuat-buat," kata ibu."Nak ... rangkullah ayahmu, lingkarkan tanganmu di bahu ayahmu."Lalu sang ayah menyahut, "Ibu ini macam-macam aja. Kalau mau gaya kami terlihat alami, kenapa tidak kau suruh anak kita untuk menaruh tangannya di dompetku."
Sent by: e-ketawa on Jun 2nd, 2008 Rate it and send to friend
Memiliki Nasib yang Lebih Parah dari Seorang Pengemis
Category: Humor Umum
Pengemis : "Kasih saya Rp. 500,00 untuk makan Tuan!"Tuan rumah : "Tidak punya!"Pengemis : "Kasih saya Rp. 300,00 untuk bubur, Tuan!"Tuan rumah : "Tidak punya!"Pengemis : "Kasih saya Rp. 100,00 untuk segelas teh, Tuan!"Tuan rumah : "Tidak punya!"Pengemis : "Wah...ternyata nasib Tuan lebih parah dari nasib saya!"
Sent by: e-ketawa on Jun 1st, 2008 Rate it and send to friend
Memiliki Guru yang Kejam Tetapi Adil
Category: Humor Umum
Si kecil Fredie bercerita tentang guru barunya kepada Mamanya."Mama, guruku yang baru orangnya kejam tetapi adil."Ibunya yang kurang paham maksud Fredie bertanya, "Apa yang kau maksudkan dengan kejam tetapi adil, Fredie?""Dia kejam terhadap semua orang!"
Sent by: e-ketawa on Jun 1st, 2008 Rate it and send to friend
Jalur Jalan ke Sekolah
Category: Humor Umum
Sebuah keluarga baru bangun kesiangan, dan anak mereka yang berumur enam tahun ketinggalan bis sekolah.Sang ayah, meski terlambat kerja, harus mengantarnya ke sekolah. Karena ia tidak tahu jalannya, ia menyuruh anaknya untuk mengarahkannya.Mereka naik mobil melewati beberapa blok sampai sang anak menyuruhnya belok untuk pertama kalinya, kemudian beberapa blok lagi sebelum belokan kedua. Perjalanan sampai 20 menit -- namun ketika tiba di sekolah, ternyata sekolahnya dekat dengan rumahnya.Sang ayah, dengan agak jengkel, bertanya kepadanya mengapa ia malah mengajak berputar-putar.Sang anak menjelaskan, "Itu tadi jalan yang biasa dilewati bis sekolah, Ayah. Itu satu-satunya jalan yang aku tahu."
Sent by: e-ketawa on May 29th, 2008 Rate it and send to friend
Wartawan Meliput Pembunuhan
Category: Humor Umum
Seorang reporter muda ditugaskan untuk meliput suatu peristiwa pembunuhan. Oleh perusahaan dia disewakan sebuah mobil lengkap dengan sopirnya.Setelah tiba di tempat kejadian, terlihat sangat banyak kerumunan orang. Sang reporter mewawancarai beberapa orang yang berdiri di tengah-tengah kerumunan mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Selain itu, dia juga mewawancarai beberapa anggota keluarga dan beberapa tetangga, tapi dia merasa belum puas.Lalu dia melihat seseorang yang bertampang ramah dan sepertinya tidak asing. Si reporter lalu berpikir, "Wah ... kelihatannya Bapak yang satu ini baik dan dia sering tersenyum padaku, pasti dia bersedia memberikan keterangan yang lebih akurat."Si Reporter mendekati Bapak tersebut dan mulai mengajukan beberapa pertanyaan.Reporter : "Apakah anda tetangga korban?"Bapak : "Oh ... bukan."Reporter : "Wah .. kalau begitu anda keluarganya!"Bapak : "Bukan juga"Reporter : "Kalau begitu apa hubungan anda dengan korban ataukejadian ini?"Bapak : "Tidak ada"Reporter : "Lalu mengapa anda ada di sini?"Bapak : "Sebab aku adalah sopir yang membawamu kemari."
Senin, 09 Juni 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
hallo mbak ayuning..
gmn kabarnya??
lama g ktmu...
pengen jdi juniorx mbak lagi,,
^^
blognya diterusin donk mbak..
Posting Komentar